Saturday, October 29, 2011

Ikan Kecil dan Air

Ikan Kecil dan Air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang – bincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, “Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati.”


Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, “Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati.”

Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu. Si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, “Dimanakah air?”

Jawab ikan sepuh, “Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Memang benar, tanpa air kita akan mati.” Apa arti cerita tersebut bagi kita. Manusia kadang – kadang mengalami situasi seperti si ikankecil, mencari kesana kemair tentang kehidupan dan kebahagiaan, padahal ia sedang menjalaninya, bahkan kebahagiaan sedang melingkupinya sampai – sampai dia tidak menyadarinya.

Sumber: Kumpulan Ebook Motivasi dan Pengembangan Diri
Read More......

Friday, October 28, 2011

Temukan Ketenangan

Temukan Ketenangan

Coba anda lempar sebutir kerikil ke dalam telaga yang tenang, berpusat dari tempat jatuhnya kerikil itu akan tercipta sebuah riak gelombang yang mengalun ke penjuru telaga. Kini, bisakah anda menghentikan laju riak gelombang itu?

Mungkin anda mencoba dengan memasukkan telapak tangan anda ke dalam air. Atau menghadangnya dengan kedua belah kaki anda. Namun yang terjadi adalah semakin banyak anda melakukan sesuatu pada permukaan telaga, semakin banyak riak gelombang baru bermunculan. Satu – satunya cara menghentikan laju riak gelombang itu hanyalah dengan membiarkannya berhenti sendiri.

Demikian pula dengan ketenangan dan pikiran. Semakin keras anda melakukan sesuatu pada pikiran anda. Semakin sulit anda mencapai ketenangan itu. Amati saja. Jangan tolak atau menghentikan riak pikiran anda. Biarkan pikiran berangsur – angsur tenang. Ketenangan diri dimulai dari ketenangan pikiran, sedangkan ketenangan pikiran bermula dari ketenangan bernafas. Dalam nafas yang tenang temukan jiwa yang tenang.

Sumber: Kumpulan Ebook Motivasi dan Pengembangan Diri
Read More......

Monday, October 24, 2011

Janganlah Memaksa

Janganlah Memaksa

Seorang nenek sedang berjalan – jalan sambil menggandeng cucunya di jalan pinggiran pedesaan. Meraka menemukan seekor kura – kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat – amatinya. Kura – kura itu segera menarik kakinya dan kepalanya masuk di bawah tempurungnya. Si anak mencoba membukanya secara paksa.

“Cara demikian tidak pernah akan berhasil nak!” kata nenek. “Saya akan mencoba mengajarimu.”

Mereka pulang. Sang nenek meletakkan kura – kura di dekat perapian. Beberapa menit kemudian, kura – kura itu mengeluarkan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit, ia mulai merangkak bergerak mendekati si anak.

“Janganlah mencoba memaksa melakukan segala sesuatu, nak!” nasihat nenek, “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”

Sumber: Kumpulan Ebook Motivasi dan Pengembangan Diri
Read More......